Hallo, saya ingin bertanya apakah bisa nama di sertifikat saya di rubah Cindy Claudia Br Aritonag (kurang Br) , karena kemarin ada kasalahan dari saya saat input


User Avatar
GuruInovatif

Cindy Claudia Aritonang - Untuk penggantian nama sertifikat dapat menghubungi nomor admin kami ibu melalui nomor berikut https://wa.me/6281268898282 ☺️🙏🏻

Miss tapi apakah susunan tempat duduknya harus saklek seperti itu teruss?? kalau anak bosan bagaimana?

 


User Avatar
GuruInovatif

Nada - Untuk pertanyaan mengenai susunan tempat duduk di kelas, dalam kelas inklusif pengaturan tempat duduk sebenarnya tidak harus selalu saklek atau sama terus-menerus. Justru fleksibilitas menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Pengaturan tempat duduk dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun tujuan pembelajaran. Misalnya, ada peserta didik yang membutuhkan posisi duduk lebih dekat dengan guru agar lebih mudah fokus, ada yang lebih nyaman belajar dalam kelompok kecil, atau ada yang membutuhkan ruang yang lebih tenang. Jika peserta didik mulai merasa bosan, guru dapat melakukan variasi seperti rotasi tempat duduk, pembelajaran berbasis kelompok, atau aktivitas yang melibatkan gerak agar suasana kelas menjadi lebih dinamis. Yang terpenting adalah memastikan bahwa setiap peserta didik merasa aman, nyaman, dan memiliki kesempatan yang setara untuk terlibat dalam proses belajar. Pada akhirnya, kelas inklusif bukan berarti semua peserta didik diperlakukan sama persis, tetapi setiap peserta didik diperlakukan secara adil sesuai kebutuhannya. Dengan begitu, semua anak baik yang memiliki kebutuhan khusus maupun tidak dapat merasa dihargai, diterima, dan berkembang bersama dalam lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bermakna.

Kenapa para terapis mau memberikan reward kepada anak special? Sedangkan sebenarnya itu berlawanan dengan inner urge dari pribadi anak itu sendiri. Sehingga agak sulit bagi warga sekolah untuk menyelaraskan.


User Avatar
GuruInovatif

Ririn, S. Pd. - Terimakasih Bu atas pertanyannya yang luar biasaa, Terkait dengan pertanyaan mengenai mengapa terapis sering menggunakan reward pada peserta didik berkebutuhan khusus, sebenarnya reward merupakan salah satu bentuk penguatan positif yang digunakan untuk membantu anak memahami perilaku yang diharapkan dalam situasi tertentu. Pada beberapa anak berkebutuhan khusus, motivasi dari dalam diri atau motivasi intrinsik belum selalu muncul secara stabil, sehingga reward digunakan sebagai jembatan awal agar anak dapat mengenali hubungan antara perilaku yang dilakukan dengan konsekuensi positif yang diterima. Biasanya reward digunakan secara bertahap dan akan dikurangi seiring perkembangan anak. Seiring waktu, penguatan tersebut diarahkan menjadi motivasi dari dalam diri anak, seperti rasa percaya diri, rasa berhasil, atau pujian sosial dari lingkungan.

Miss di sekolah saya ada anak slow learning kls 7, sudah coba saya tangani dengan memberikan jam tambahan dan perhatian tambahan. akan tetapi tidak ada perubahan dari anak tersebut. takutnya kalau anak ini dinaikkan kelas 8 saat naik kelas selanjutnya anak tersebut tidak akan memahami materi kelas 8 karena di kelas 7 belum paham. lalu bagaimana solusinya ya miss?

 


User Avatar
GuruInovatif

Nada - Terima kasih atas pertanyannya serta kepedulian Ibu terhadap peserta didik tersebut. Dalam kelas yang berusaha menerapkan prinsip inklusif, kita perlu memahami bahwa setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Ketika seorang peserta didik yang termasuk slow learner sudah diberikan tambahan waktu belajar tetapi belum menunjukkan perubahan yang signifikan, mungkin yang perlu kita refleksikan bukan hanya jumlah waktunya, tetapi juga pendekatan pembelajaran yang digunakan. Peserta didik berkebutuhan khusus sering kali membutuhkan strategi belajar yang lebih spesifik, misalnya materi yang disederhanakan, penggunaan media visual, instruksi yang lebih singkat dan bertahap, atau praktik langsung agar konsep lebih mudah dipahami. Selain itu, penting juga untuk melihat kembali fondasi kemampuan dasar anak, karena sering kali kesulitan belajar muncul dari kemampuan dasar seperti membaca pemahaman, fokus, atau pemahaman konsep yang belum kuat. Guru adalah pendidik yang memfasilitasi proses belajar di kelas, bukan terapis yang melakukan intervensi secara klinis. Jika terlihat bahwa peserta didik membutuhkan dukungan yang lebih spesifik, maka kolaborasi dengan guru BK, orang tua, atau tenaga profesional menjadi sangat penting. Dalam pendidikan inklusif, keputusan kenaikan kelas juga tidak hanya dilihat dari nilai akademik semata, tetapi juga dari perkembangan usaha anak, kemampuan beradaptasi, serta dukungan yang dapat diberikan pada jenjang berikutnya. Tujuan utamanya adalah memastikan anak tetap berkembang dan tetap merasa menjadi bagian dari komunitas belajar.

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, Bapak/Ibu dapat mengajukan request lagu yang ingin diputar sebelum sesi GIA #73 dimulai.

Silakan tuliskan judul lagu favorit Bapak/Ibu dengan cara me-reply kolom chat ini. Mari kita mulai sesi dengan energi positif dari pilihan lagu terbaik Bapak/Ibu 🎶✨


User Avatar
Nirsa Ismi Almanda

GuruInovatif - Naik Delman - Pada Hari Minggu Kakk

User Avatar
Nirsa Ismi Almanda

GuruInovatif - Nike Ardilla - Bintang Kehidupan yaa Kak

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, Bapak/Ibu dapat mengajukan request lagu yang ingin diputar sebelum sesi Guru Inovatif Class/Guru Inovatif Academy dimulai.


Silakan tuliskan judul lagu favorit Bapak/Ibu dengan cara me-reply kolom chat ini. Mari kita mulai sesi dengan energi positif dari pilihan lagu terbaik Bapak/Ibu 🎶✨
 


User Avatar
Nirsa Ismi Almanda

GuruInovatif - Sepanjang Jalan Kenangan – Tetty Kadi

Mengapa rasa mengakui keterbatasan diri sendiri kadang kala muncul? 😊


User Avatar
GuruInovatif

Oky Dwinanto, SP - Haloo Pak, pertanyaan yang luar biasa reflektif. Rasa mengakui keterbatasan diri sendiri muncul karena kita sedang berada pada fase refleksi dan pertumbuhan. Saat menghadapi kegagalan, perbandingan sosial, tekanan lingkungan, atau target yang belum tercapai, kita menjadi lebih sadar bahwa ada hal-hal yang belum mampu kita kuasai. Kesadaran ini sebenarnya bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan emosional karena dari situlah seseorang bisa belajar, memperbaiki diri, dan berkembang.

Bagaimana agar bisa menjadi seorang guru yang ikhlas, dimana kerjaan sangat over tetapi disamping itu terkadang salary dirasa tidak memenuhi beban kerja


User Avatar
GuruInovatif

Nada - Betull...menjadi guru yang ikhlas di tengah beban kerja yang terasa berlebihan dan gaji yang belum sepenuhnya sepadan memang bukan perkara sederhana. Rasa lelah, jenuh, bahkan mempertanyakan diri sendiri adalah hal yang manusiawi. Namun, keikhlasan sering kali lahir ketika kita kembali mengingat makna awal memilih profesi ini bahwa mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan proses membentuk karakter dan masa depan anak-anak. Fokus pada dampak yang kita berikan, sekecil apa pun itu, dapat menjadi penguat batin saat apresiasi materi belum sesuai harapan. Di sisi lain, penting untuk memahami bahwa ikhlas bukan berarti pasrah tanpa batas. Guru tetap berhak menjaga keseimbangan hidup, mengatur beban kerja secara sehat, dan memperjuangkan kesejahteraan dengan cara yang bijak. Mengelola energi, menetapkan prioritas, serta membangun dukungan dari rekan sejawat dan keluarga dapat membantu menjaga semangat. Keikhlasan yang sehat adalah ketika kita tetap memberi yang terbaik, tanpa mengabaikan kebutuhan dan keberhargaan diri sendiri.

User Avatar
Imam Syukron Hidayat, S.T., M.Pd.

Nada - berdamai dengan diri sendiri dan keadaan

http://aseprohmandar.blogspot.com/2025/10/membangun-generasi-pancaglokal.html


  1. Bagaimana Anxiety bisa mempengaruhi hubungan dengan  orang lain terutama teman sekelasnya?
  2. Bagaimana cara memberi pengertian yang bijak kepada teman-teman sekelasnya bahwa anak tersebut mengalami Anxiety?