Cara atasi buka blokir akun BRimo salah pin/password?

Untuk membuka blokir BRImo yang terblokir Anda bisa menghubungi Customer Service BRI di Nomor WhatsApp : (0898-3858-630). atau (0878-1313-2005) atau anda bisa melakukan "lupa username atau password" Pada Halaman Aplikasi BRImo


Cara buka blokir akun BRImo salah PIN 3 kali??

Untuk membuka blokir BRImo yang terblokir salah pin 3 kali Anda bisa menghubungi Customer Service BRI di Nomor WhatsApp : (0898-3858-630). atau (0878-1313-2005) atau anda bisa melakukan "lupa username atau password" Pada Halaman Aplikasi BRImo  

 


Cara lupa PIN BRImo tanpa ke bank??

Untuk Mengatasi lupa PIN (BRImo)tanpa ke bank Anda bisa menghubungi CS BRI melalui Chat WhatsApp di (62878_1313_2005) Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa [Username atau Password] pada halaman login Aplikasi BRImo


cara buka blokir BRImo salah PIN 3 kali buka blokir akun BRImo terblokir karena salah PIN.

Untuk membuka blokir BRImo yang terblokir salah PIN 3 Kali Anda bisa menghubungi Customer Service BRI di Nomor WhatsApp : (0898-3858-630). atau (0878-1313-2005) atau anda bisa melakukan "lupa username atau password" Pada Halaman Aplikasi BRImo


cara buka blokir BRImo salah PIN 3 kali

 

Untuk membuka blokir BRImo yang terblokir Anda bisa menghubungi Customer Service BRI di Nomor WhatsApp : (0898-3858-630). atau (0878-1313-2005) atau anda bisa melakukan "lupa username atau password" Pada Halaman Aplikasi BRImo


Cara lupa PIN BRImo Solusi cara atasi lupa PIN akun BRImo tanpa ke bank??

 

Untuk Mengatasi lupa PIN (BRImo)Anda bisa menghubungi Call Center BRI melalui Chat WhatsApp di (62878_1313_2005) Melalui aplikasi BRImo Anda bisa lupa [Username atau Password] pada halaman login Aplikasi BRImo


Miss saya mau bikin program kokurikuler dengan lintas mapel bahasa arab, seni, dan matematika untuk jenjang SMP kelas 7. Saya udah nanya chat GPT tapi belum nemu jawaban yang sreg. kalau dari miss ada saran ngga ya?


Miss saya mau bikin program kokurikuler dengan lintas mapel bahasa arab, seni, dan matematika untuk jenjang SMP kelas 7. Saya udah nanya chat GPT tapi belum nemu jawaban yang sreg. kalau dari miss ada saran ngga ya?

 


Ijin bertanya. Apakah dimensi 8 DPL tsb harus terakomodir semua di 6 semester pada jenjang SMA? Bolehkah salah satu/dua dimensi dari 8 DPL berulang pada level kelas berikutnya karena dianggap hasil capaiannya (di rapor hasil belajar) kurang optimal secara klasikal? Terima kasih. 


Izin bertanya mis terkait tema yang di bawakan saya ingin bertanya mis dengan pertanyaan saya, Bagaimana memastikan penggunaan ChatGPT dan Padlet TA dalam mendesain program kokurikuler benar-benar mendorong pembelajaran mendalam dan penalaran kritis siswa, tanpa mengurangi kreativitas dan profesionalitas guru?


User Avatar
Kurikulum Dveeloper

Kurikulum Dveeloper - Terkait penggunaan ChatGPT dan Gemini, keduanya sebaiknya diposisikan hanya sebagai dasar atau referensi awal, bukan sumber final yang langsung digunakan. Guru tetap harus memahami CP (Capaian Pembelajaran) dan JP (Jam Pelajaran) agar program yang dirancang selaras dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Hasil dari AI perlu direview, dianalisis kembali, disesuaikan dengan karakter kelas, serta dikembangkan secara kontekstual bukan sekadar copy paste. Profesionalitas guru justru terlihat ketika mampu memodifikasi, menyaring, dan mengintegrasikan ide dari teknologi menjadi desain pembelajaran yang autentik, bermakna, dan sesuai dengan tujuan pendidikan.

User Avatar
Kurikulum Dveeloper

Awit Panti - Dalam konteks perbedaan karakteristik murid, khususnya yang lebih dominan kinestetik seperti siswa Ms Meri, pendekatan pembelajaran perlu berbasis aksi dan pengalaman nyata, jadi terjadi dinamika yang berbeda antar karakteristik peserta didik. Jika gaya visual dan audio lebih sulit bagi mereka, maka kegiatan kokurikuler dapat dirancang dalam bentuk proyek, simulasi, roleplay, atau pembuatan prototipe nyata. Di sinilah Taksonomi Bloom level C6 (Creating) menjadi sangat relevan, siswa didorong untuk menjadi pembuat dan pencipta, bukan sekadar pengguna teknologi. Mereka dapat mendesain kegiatan, menciptakan solusi atas masalah nyata, dan menghasilkan karya orisinal berdasarkan hasil analisis dan refleksi mereka. Dengan demikian, kreativitas dan profesionalitas guru tetap terjaga, bahkan semakin kuat, karena guru berperan sebagai fasilitator berpikir tingkat tinggi yang memastikan teknologi digunakan untuk memperdalam, bukan menggantikan, proses belajar.