bagaimana kita menghadapi apabila dalam kelas kita ada anak inklusi dimana slow learn, berbagai gaya belajar sudah saya coba namun hasilnya tidak signifikan. saya memberikan kemudahan dalam kbm dengan memperbolehkannya menggunakan Ai untuk alat bantu untuk belajarnya. namun hal ini menjadi kecemburuan terhadap siswa lain dalam belajar. apakah hal yang saya lakukan salah ? apa langkah yang sebaiknya saya ambil
Dalam praktik di kelas, strategi apa yang efektif agar murid merasa didengar dan dihargai, namun tetap diarahkan pada perilaku belajar yang positif dan produktif?
Izin bertanaya. saya Guru kelas 5 di SDN 04 Nanga Sentabai (Wilayah Perbatasan RI-Malaysia), Bagaimana strategi membangun budaya kelas humanis dapat dioperasionalkan secara nyata tanpa bertentangan dengan tuntutan capaian akademik, asesmen kurikulum nasional, dan tekanan ketuntasan belajar, khususnya di kelas dengan keterbatasan literasi dan kondisi psikososial siswa di wilayah perbatasan?
saya mau bertanya. Menurut Ibu Bilqis, apa tanda paling halus bahwa seorang anak sebenarnya sedang ga baik baik aja di kelas, dan apakah setiap perilaku bermasalah selalu berakar pada kondisi emosional, atau ada situasi tertentu yang menjadi pengecualian?